Sebulu Dorong Nelayan Go Digital dan Bentuk Koperasi untuk Stabilkan Ekonomi
Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya khusunya yang berprofesi sebagai
nelayan, Pemerintah Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengambil
langkah melalui program baru berupa pemasaran digital dan pembentukan koperasi
nelayan.
Kasi Kesejahteraan
Rakyat Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin, mengungkapkan program ini resmi dirintis
untuk memperluas pasar hasil tangkapan.
Ia menyebutkan selama
ini hasil tangkapan nelayan hanya dipasarkan di lingkup lokal. Kondisi ini
membuat harga ikan kerap tidak stabil, apalagi saat panen melimpah.
“Selama ini ikan
hanya beredar di pasar lokal. Padahal, jika bisa menjangkau pasar luar daerah,
peluang ekonominya jauh lebih besar,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu
(24/09/2025).
Nurul menjelaskan,
salah satu masalah utama nelayan adalah fluktuasi harga. Saat hasil tangkapan
banyak, harga justru turun drastis, sehingga penghasilan sulit diprediksi.
Situasi ini membuat kesejahteraan nelayan tidak kunjung meningkat.
Atas permasalahan itu
sebagai solusi, Nurul mengaku pemerintah mengenalkan sistem pemasaran online.
Melalui teknologi
digital, nelayan dapat menjual hasil tangkapan langsung kepada konsumen atau
pedagang luar daerah. Cara ini memangkas rantai distribusi sekaligus memberi
nilai tambah.
“Tidak hanya itu,
kami juga mendorong pembentukan koperasi nelayan,” katanya.
Dirinya menegaskan
koperasi dianggap penting sebagai wadah resmi dalam mengatur penjualan,
memperkuat posisi tawar, hingga memudahkan nelayan mengakses bantuan permodalan
maupun program pemerintah.
“Koperasi ini akan
membantu nelayan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan pengelolaan
kolektif, harga bisa lebih stabil dan keuntungan lebih merata,” jelas Nurul.
Selain itu ia
mengatakan sebagai lembaga ekonomi, koperasi juga dirancang menjadi pusat
pelatihan dan pendampingan.
Nelayan diwilayahnya akan dibekali keterampilan pengelolaan usaha perikanan, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran digital untuk memperkuat daya saing.
“Kami ingin nelayan
tidak hanya menjadi penangkap ikan, tetapi juga pengusaha tangguh yang
sejahtera,” pungkasnya. (Adv/Tan)